SurahAl-Qodr Dibaca pada malam jumat 1.000 kali maka dia tidak akan mati sebelum melihat Nabi SAW. ( Mujarab ) 4. Surah Al- Qurays Dibaca malam jumat 1.000 kali, kemudian tidur dalam keadaan suci maka dia akan melihat Nabi SAW didalam tidurnya dan tercapai maksud serta tujuannya. ( Mujarab ) 5.
KisahJunaid Baghdadi Bertemu Seorang Wanita Saat Tawaf. Kamis 05 Mar 2020 10:01 WIB. Red: Muhammad Hafil Dalam kitab Fadhilah Haji yang ditulis oleh Maulana Muhammad Zakariyya al-Khandahlawi disebutkan, Junaid Baghdadi pergi haji seorang diri dan dia tinggal di Makkah Mukarramah selama beberapa hari. Dia mempunyai kebiasaan. Apabila
KH. Junaedi al-Baghdadi. Apakah anda seorang pengarang? Silahkan kontak kami di
KepalaStaf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, mengajak semua elemen bangsa bersama-sama mengatasi ancaman krisis pangan, energi dan ketidakpastian global yang memicu terjadinya krisis
Moeldokomengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandengan tangan, merapatkan barisan, bahu-membahu, dan melakukan ikhtiar lahir dan batin hadapi ujian berat.
Vay Nhanh Fast Money. Kisah Khadijah binti Khuwailid Istri Nabi Muhammad SAW – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas mengenai Khadijah Istri Rasulullah. Ia merupakan wanita kaya raya yang merupakan istri pertama dari junjungan kita yaitu Nabi Muhammad SAW. Untuk lebih jelasnya silahkan simak cerita lengkap mengenai Khadijah pada cerita di bawah ini, selamat membaca. Wanita sholehah itu bernama Khadijah, nama lengkapnya Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai, ia berasal dari golongan pembesar di Mekkah. Khadijah al-Kubra memiliki ayah bernama Khuwailid bin Asad dan ibunya bernama Fatimah binti Za’idah, ia berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy. Pada suatu hari, saat masih pagi buta, dengan penuh kegembiraan Khadijah pergi ke rumah sepupunya yang bernama Waraqah bin Naufal. Khadijah berkata, “Tadi malam aku bermimpi sangat menakjubkan. Aku melihat matahari berputar-putar di atas kota Mekkah, lalu turun ke arah bumi. Ia semakin mendekat dan semakin mendekat. Aku terus memperhatikannya untuk melihat kemana ia turun. Ternyata ia turun dan memasuki rumahku. Cahayanya yang sangat agung itu membuatku tertegun. Lalu aku terbangun dari tidurku”. Kemudian Waraqah mengatakan, “Aku sampaikan berita gembira kepadamu, bahwa seorang lelaki agung dan mulia akan datang meminangmu. Ia memiliki kedudukan penting dan kemasyhuran yang semakin hari semakin meningkat”. Tidak lama kemudian Khadijah ditakdirkan menjadi isteri Nabi Muhammad Saw. Pernikahan Nabi Muhammad dan Khadijah Ketika Nabi Muhammad masih muda dan dikenal sebagai pemuda yang lurus dan jujur sehingga Muhammad mendapat julukan “Al-Amin”, telah diperkenankan untuk ikut menjualkan barang dagangan milik Khadijah. Hal yang lebih banyak menarik perhatian Khadijah adalah kemuliaan jiwa Nabi Muhammad. Yang menarik dari pernikahan antara Nabi Muhammad dan Khadijah adalah Khadijah lah yang lebih dahulu mengajukan permohonan untuk meminang Beliau, Padahal pada saat itu bangsa Arab jahiliyah memiliki adat, pantang bagi seorang wanita untuk meminang pria dan semua itu terjadi dengan adanya usaha orang ketiga, yaitu Nafisah Binti Munyah dan peminangan dibuat melalui paman Muhammad yaitu Abu Thalib. Keluarga terdekat Khadijah tidak menyetujui rencana pernikahan ini. Namun Khadijah sudah tertarik oleh kejujuran, kebersihan dan sifat-sifat istimewa Beliau ini, sehingga ia tidak memperduliakan segala kritikan dan kecaman dari keluarga dan kerabatnya. Khadijah juga merupakan wanita yang cerdas, mengenai ketertarikannya kepada Nabi Muhammad ia mengatakan, “Jika segala kenikmatan hidup diserahkan kepadaku, dunia dan kekuasaan para raja Persia dan Romawi diberikan kepadaku, tetapi aku tidak hidup bersamamu, maka semua itu bagiku tak lebih berharga daripada sebelah sayap seekor nyamuk.” Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun, sedangkan Nabi Muhammad saat ini masih berumur 25 tahun. Ada yang mengatakan usianya saat itu tidak sampai 40 tahun, hanya sedikit lebih tua dari Nabi Muhammad. Khadijah merupakan wanita kaya dan juga terkenal. Khadijah dapat hidup mewah dengan hartanya sendiri. Meskipun memiliki kekayaan melimpah, Khadijah merasa kesepian hidup menyendiri tanpa suami, karena suami pertama dan keduanya telah meninggal. Namun ada beberapa sumber menyangkal bahwa Khadijah pernah menikah sebelum bertemu Nabi Muhammad. Kesetiaan Khadijah Sewaktu malaikat turun membawa wahyu kepada Muhammad maka Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya, dan wanita pertama yang memeluk Islam, sehingga ia termasuk as-Sabiqun al-Awwalun orang pertama yang memeluk islam. Sepanjang hidupnya bersama Nabi, Khadijah begitu setia menemaninya dalam setiap peristiwa baik suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira’, Khadijah pasti menyiapkan semua perbekalan dan keperluan suaminya. Seandainya suaminya agak lama tidak pulang ke rumah, Khadijah akan melihat untuk memastikan keselamatan Nabi Muhammad. Sekiranya Nabi Muhammad khusyuk bermunajat, Khadijah tinggal di rumah dengan sabar sehingga Beliau pulang. Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, beliau coba sekuat mungkin untuk mententram dan menghiburkan, sehingga suaminya benar-benar merasai tenang. Setiap ancaman dan penganiayaan mereka dihadapi bersama. Kemudian Allah mengkaruniakannya 3 orang anak, mereka adalah Qasim, Abdullah, dan Fatimah. Khadijah merupakan wanita yang sholehah, ia sangat berbakti kepada sang suami. Misalnya dalam banyak kegiatan pribadatan suaminya, Khadijah bisa dipastikan selalu bersama nabi Muhammad dan membantunya, sepertinya menyediakan air untuk berwudu suaminya. Sehingga sangat wajar jika dalam salah satu sabda Nabi muhammad, disebutkan keistimewaan Khadijah, “Di saat semua orang mengusir dan menjauhiku, ia beriman kepadaku. Ketika semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihkanku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku.” Khadijah meninggal pada usia 64 tahun 6 bulan. ia menjadi istri nabi muhammad selama 24 tahun, hidup bersama nabi Muhammad, menemaninya dalam suka dan duka. Itulah tentang Kisah Khadijah binti Khuwailid Istri Nabi Muhammad SAW. Ia merupakan wanita sholehah yang patut menjadi tauladan para wanita muslimah. Semoga para wanita dapat meneladani sifat-sifat Khadijah Aamiin.
Jakarta - Dari Garut, Presiden Joko Widodo melakukan perjalanan darat menuju Karawang, Jawa Barat. Tiba di Karawang, Jokowi menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al tiba di Pondok Pesantren Al Baghdadi, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, Sabtu 19/1/2019 pukul WIB. Acara yang dihadiri yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Syekh Abdul Qodir Al Jaelani. Begitu tiba, Jokowi langsung disambut pengasuh Pondok Pesantren Al Baghdadi yakni KH Junaedi Al Baghdadi. Jokowi kemudian langsung diajak ke panggung hadapan panggung sudah berkumpul puluhan ribu jamaah. Kehadiran Jokowi juga disambut dengan lantunan shalawat Nabi Muhammad sambutannya, Jokowi mengatakan sudah tak asing lagi dengan Ponpes Al Baghdadi dan jemaah Manaqib. Bahkan dia sudah 7 kali bertemu KH Jaelani Al Baghdadi."Ini adalah kunjungan saya yang ketujuh. Meskipun yang ketemu dengan bapak ibu dan saudara sekalian adalah yang kedua atau ketiga. Sebab itu saya sangat bahagia malam hari ini bisa ketemu kembali. Ketemu, dan saya berharap masih bisa ketemu kembali," kata yang dihimpun, jumlah jemaah yang hadir lebih kurang sekitar 400 ribu. Mereka tidak hanya berasal dari Karawang, tetapi juga dari berbagai wilayah lain di Indonesia."Saya datang berbis-bisa bersama jemaah lain dari Lampung. Kita datang karena memang perasaan sudah seperti saudara sendiri yang kuat," kata Ana Riana yang juga mengaku mendapatkan amanat dari KH Jaelani Al Baghdadi untuk membuka cabang Ponpes Al Baghdadi di Lampung Timur. jor/dwia
loading...Kisah wali besar yang juga guru Imam Junaid Al-Baghdadi menjadi pengemis di pasar patut dijadikan hikmah dan pelajaran. Foto ilustrasi/Ist Imam Junaid Al-Baghdadi rahimahullah 220-298 Hijriyah adalah seorang ulama besar yang bermukim di Baghdad. Nama lengkapnya Al-Junaid bin Muhammad bin al-Junaid Abu Qasim al-Qawariri al-Khazzaz al-Nahawandi Al-Baghdadi As-Syafi' lahir di Nihawand, Persia, tetapi keluarganya bermukim di Baghdad, tempat ia belajar hukum Islam mazhab Syafi'i , dan akhirnya menjadi qadi kepala di Baghdad. Beliau mempelajari ilmu fiqih kepada Abu Tsur al-Kalbi yang merupakan murid langsung dari Imam Asy-Syafi'i.Baca Juga Kisah Ulama Besar Imam Junaidy Saat Bertemu Bahlul Beperilaku Gila Al-Junaid mempelajari ilmu tasawuf dari pamannya sendiri, Syaikh As-Sari as-Saqti hingga akhirnya menjadi ulama yang memiliki banyak murid dan pengikut. Dikisahkan, ada seorang wali besar sekaligus guru Imam Junaid Al-Baghdadi . Beliau adalah Syaikh Imam Abu Ishaq Annuri hari, murid Imam Junaid Al-Baghdadi memergoki Syaikh Imam Abu Ishaq sedang meminta-minta di pasar. Melihat itu, mereka merasa malu dan dengan cepat melaporkan kejadian itu kepada Imam Junaid Al-Baghdadi . "Wahai Imam Junaid , kami merasa malu sebab melihat guru engkau, Syaikh Imam Abu Ishaq Annuri sedang mengemis di pasar," keluh murid Imam Junaid aduan dari muridnya itu, Imam Junaid tidak kaget. Sebab Beliau berkeyakinan bahwa yang dilakukan Syaikh Abu Ishaq Annuri itu merupakan usaha agar orang-orang bersedekah kepadanya dan mendapatkan pertolongan dari Allah. Selain itu mereka dapat selamat di dunia dan akhirat karena terhindar dari sifat kikir serta bakhil. Baca Juga "Sekarang saya mau bersedekah kepada Syaikh Annuri, saksikanlah oleh kalian apa yang akan terjadi," jawab Imam Junaid. Tidak lama kemudian Imam Junaid langsung menimbang emas sebanyak 100 dinar dan dilebihi 1 genggaman. Setelah itu Beliau menyuruh santrinya untuk pergi ke pasar dan memberikan timbangan emas itu kepadaSyaikh Annuri."Wahai Imam, kami mau bersedekah, silakan ambil ini," ucap santri Imam Junaid. Sedekah itu langsung diterima oleh Syaikh Annuri. Kemudian menyuruh santri itu agar mencari timbangan untuk menimbang sedekah yang diberikan. Setelah diketahui jumlah sedekahnya berjumlah 100 dinar lebih 1 genggam, Syaikh Annuri hanya mengambil segenggam saja dan mengembalikan sisanya yang berjumlah 100 Imam Junaid pun pulang dan melaporkan kejadian itu serta mengembalikan emas 100 dinar. Sambil menangis, Imam Junaid berkata kepada para santrinya "Itulah Ahli Hikmah, hanya mengambil hak Allah dan mengembalikan hak manusia." Di dalam Kitab Salalim Al-Fudhola yang merupakan syarah dari Kifayatul Atqiya' dijelaskan bahwa orang faqir terbagi menjadi tiga macam. 1. Orang faqir yang tidak meminta-minta dan tidak mau menerima pemberian orang lain. 2. Orang faqir yang tidak meminta-minta tapi jika diberi orang lain dia akan Orang faqir yang meminta pemberian dari orang akhirat kelak, orang faqir pertama akan masuk kelompok Ruhaniyyin, orang faqir kedua bersama Muqorrobin dan orang faqir ketiga bersama Salalim Al-Fudhola, Syarah dari Kifayatul Atqiya' Baca Juga Wallahu A'lamrhs
- KH. Junaedi Al Baghdadi, Pimpinan Pondok Pesantren Barokatul Qodiri Cibitung , Bekasi, menyatakan keinginannya untuk dekat dengan kalangan artis. Pasalnya selama ini ada satu image atau pandangan yang kurang produktif kalau kyai dianggap sebagai musuh artis. "Tugas kyai sebenarnya adalah merangkul mereka jangan selalu memojokkan, baik itu dalam hal pornografi atau hal-hal yang berhubungan dengan syahwat. Kalau mereka selalu dipojokkan kapan mereka melakukan kebaikan. Setidaknya dalam kehidupan bukan nilai jelek saja yang ditanam paling tidak ada sekali kebaikkan. Siapa tahu dari satu kebiakan akan tumbuh menjadi subur," tandas Kyai saat ditemui di Pondok Pesantrennya, belum lama ini. Keinginan Abah Kyai, demikian panggilannya, untuk dekat dengan artis tidak hanya sebatas wacana saja. Untuk merealisasikanya Abah Kyai membuat sebuah album Nada Berdzikir yang prosesnya hanya dalam tempo 3 minggu dengan dibantu oleh beberapa musisi dangdut kondang seperti Jhonny Iskandar, Sonny Bera dan Dian Gaul. "Niatan awal untuk bikin album ini tak lain karena saya ingin dekat dengan artis dan saya ingin memberi sumbangsih biar artis itu tidak canggung, ada kedekatan antara kyai dan artis tidak beda," jelas Abah Kyai memberi alasan. "Selama ini ada semacam anggapan artis itu menjadi musuh mubaligh. Dan saya tidak bisa terima hal itu. Saya akan tunjukkan bahwa kyai bukan yang membuat hukum. Ada pepatah selebriti juga manusia dan kyai juga manusia. Kyai belum tentu bisa masuk surga dan orang yang merasa lebih baik dari orang lain itulah orang yang sombong," tandasnya. Terjun ke dunia entertainment juga sangat dipahami Abah Kyai, apalagi saat ini banyak sorotan dari sebagian ulama yang bahkan menabukan dunia entertainmen, terlebih infotainment sebagai bagian dari bisnis entertainment yang dianggap haram. Abah Kyai malah ingin merangkul teman-teman yang bergerak di dunia infotainment untuk berani membuktikan dan menunjukkan bahwa ucapan atau fatwa tersebut bukan pada tempatnya. Infotainment adalah wacana public dalam bentuk tayangan maupun tulisan yang bertujuan mengkritisi kehidupan seseorng public figure untuk menjadi lebih baik karena sorotan masyarakat, demikian ungkap Abah Kyai. "Kalau dunia ini isinya baik-baik, surga namanya. Dunia merupakan muara bertemunya calon penghuni neraka dan surga. Sepintas kita akan melihat kebaikan, sepintas kita akan melihat kejelekan. Kalau tidak semacam itu tidak ramai," imbuhnya. KH. Junaedi Al Baghdadi adalah sosok ulama kharismatik dan dipuja Jamaah Manaqib Syeikh Abdul Qadir Al Jaelani RA. Dimanapun Abah Kyai mengisi acara Manaqiban selalu dijejali puluhan ribu Jamaah. Maka kalau kita lihat seperti ada persamaan menghadiri pengajian Abah Kyai dengan menonton konser musik. Disamping menggunakan tata panggung, sound system bahkan tata lampu, mirip konser musik, dalam pengajian Jamaah meyakini ada barokah dan karomah Syeikh Abdul Qadir Al Jaelani yang semoga bisa dibawa pulang selepas mengikuti pengajian, Wallahu a’lam. kl/wwn
Khadijah dilahirkan pada tahun 68 sebelum Hijriyah, di sebuah keluarga yang mulia dan terhormat. Dia tumbuh dalam suasana yang dipenuhi dengan perilaku terpuji. Ulet, cerdas dan penyayang merupakan karakter khusus kepribadiannya. Sehingga masyarakat di zaman Jahiliyah menjulukinya sebagai At-Thahirah seorang wanita yang suci.Selain itu, Khadijah juga berprofesi sebagai pedagang yang mempunyai modal sehingga bisa mengupah orang untuk menjalankan usahanya. Kemudian Khadijah akan membagi keuntungan dari perolehan usaha tersebut. Rombongan dagang miliknya juga seperti umumnya rombongan dagang kaum Quraisy suatu saat dia mendengar tentang Rasulullah SAW, sesuatu yang menarik perhatian Khadijah tentang kejujuran, amanah, dan kemuliaan akhlak Khadijah memberikan pekerjaan kepada Rasulullah agar menjalankan barang dagangannya ke negeri Syam dengan ditemani anak bernama Maisarah. Beliau diberi modal yang cukup besar dibandingkan lainnya. Rasulullah menerima pekerjaan tersebut dan disertai Maisarah menuju kota Syam. Sesampainya di negeri tersebut beliau mulai menjual barang dagangannya, dan kemudian hasil dari penjualan tersebut beliau belikan barang lagi untuk dijual di Makkah. Setelah misi dagangnya selesai, beliau bergabung dengan kafilah kembali ke Makkah bersama Maisarah. Keuntungan yang didapatkan Rasulullah sungguh berlipat ganda, sehingga Khadijah menambahkan bonus untuk beliau dari hasil penjualan di Makkah, Maisarah menceritakan perilaku baik Rasulullah yang dilihatnya dengan mata kepala sendiri. Khadijah merasa tertarik dengan cerita tersebut dan segera mengutus Maisarah untuk datang pada Rasulullah. Dan menyampaikan pesannya untuk beliau. “Wahai anak pamanku, aku senang kepadamu karena kekerabatan, kekuasaan terhadap kaummu, amanahmu, kepribadianmu yang baik, dan kejujuran perkataanmu.” Kemudian Khadijah menawarkan dirinya kepada Rasulullah.
istri kh junaedi al baghdadi